Pojok Bale

Friday, December 17, 2004

Friends Will Be Friends

Friends will be friends/When you're in need of love they give you care and attention
Friends will be friends/When you're through with life and all hope is lost
Hold out your hands cos friends will be friends right till the end

Penggemar berat grup musik Queen pastinya kenal dengan lirik diatas. Friends will be friends, itulah judul lagu yang liriknya saya kutip diatas. Pesan dari lagu itu adalah kita selalu bisa mengandalkan teman baik yang kita percaya, persahabatan. Saat kita dalam kesusahan, teman yang baik pasti akan ada di sisi kita untuk membantu kita, seperti penggalan lirik ini:

Another red letter day/So the pound has dropped and the children are creating/The other half ran away/Taking all the cash and leaving you with the lumber/Got a pain in the chest/Doctor's on strike what you need is a rest
It's not easy love but you've got friends you can trust


Teman yang baik bahkan juga bisa menjadi pengganti orang yang kita sayangi, ada disana saat kita susah ataupun senang.

Now it's a beautiful day/The postman delivered a letter from your lover/Only a phone call away/You tried to track him down but somebody stole his number/As a matter of fact/You're getting used to life without him in your way
It's so easy love cos you got friends you can trust


Itulah indahnya persahabatan, yang ikatannya kadang melebihi ikatan darah antara keluarga. Tapi, menurut saya, ada satu hal yang mungkin lupa ditulis dalam lirik lagu diatas. Friends will be friends, but not all of them are true friends! Ya, dimana-mana, kapan saja, meskipun tidak selalu, pasti ada seseorang yang memiliki niat yang tidak tulus, seorang brutus yang menjadi musuh dalam selimut, istilahnya 'temen makan temen'. Tidak sedikit persahabatan rusak hanya karena masalah sepele.

Beruntungnya saya, ketika saya harus tinggal jauh dari keluarga dan teman-teman, saya menemukan teman-teman baru yang juga menjadi keluarga saya. Mereka ada untuk berbagi kesenangan yang saya rasakan. Mereka juga ada untuk merasakan kesusahan yang saya dapatkan. Sayangnya kita harus berpisah, pulang ke negara masing-masing. Sampai detik ini, saat yang paling menyedihkan buat saya adalah saat saya harus pulang dan berpisah dengan teman terbaik saya, sama sedihnya dengan saat saya harus berpisah dengan seseorang yang saya sayangi. But, hey friends will be friends!

-dedicated to Ipek Ozer, Thanks for being there...

1 Comments:

Post a Comment

<< Home